Debu Apa Saja yang Ada di Dalam Rumah?

img
(Foto: time)

Jakarta, Debu bisa ditemui dimana saja di jalan, di kantor atau di dalam rumah. Meskipun rumah terlihat bersih belum tentu bebas dari debu. Debu apa saja yang biasa terdapat di dalam rumah?

Debu bisa muncul di tempat-tempat tersembunyi, pada tumpukan barang, di bawah tempat tidur atau dari binatang peliharaan. David Layton dan Paloma Beamer dari University of Arizona mencoba untuk mengeksplorasi debu apa saja yang terdapat di dalam rumah.

Layton dan Beamer melaporkan hasil penelitiannya dalam jurnal Environmental Science & Technology, studi ini dilakukan terhadap debu rumah tangga di Belanda dan di beberapa negara bagian Amerika Serikat.

Didapatkan campuran debu spesifik dalam setiap rumah tangga berbeda menurut iklim, usia dari rumah tersebut serta jumlah orang yang tinggal di dalam rumah. Selain itu kegiatan di dalam rumah seperti memasak, membersihkan rumah atau kebiasaan merokok juga mempengaruhi.

Tapi hampir di beberapa rumah, debu yang ada terdiri atas beberapa kombinasi dari potongan-potongan sel kulit manusia, bulu hewan, serangga, sisa makanan, serat organik dari pakaian atau seprai, partikel pestisida serangga serta partikel-partikel yang tertinggal dari kegiatan memasak dan merokok.

“Ada banyak komponen yang terkandung di dalamnya, debu adalah campuran dari berbagai macam hal dan sangat sulit untuk membuat daftar secara keseluruhan,” ujar Beamer, seperti dikutip dari TIME, Kamis (25/2/2010).

Secara umum, sekitar 60 persen debu di dalam rumah berasal dari luar yang masuk melalui jendela, pintu atau ventilasi. Partikel debu ini berukuran sangat kecil sekitar 28-49 mikron. Pada daerah yang kering cenderung kandungan debunya lebih tinggi.

Beberapa partikel debu ini dapat memicu alergi bagi penghuninya, selain itu bahan-bahan insektisida yang tertinggal justru bisa menimbulkan masalah serius. Bahan-bahan lain yang mudah menguap dan berasal dari cat atau lapisan lantai serta dinding juga bisa mempengaruhi tekanan darah, terutama bahan yang mengandung timah.

Risiko kesehatan ini bisa dikurangi dan dikontrol dengan lebih sering membersihkan rumah. Semakin banyak orang yang tinggal, maka debu yang dihasilkan juga makin banyak. Sebuah rumah memang tidak mungkin bebas dari debu, tapi ada beberapa yang bisa dilakuakn oleh penghuninya untuk mengurangi jumlah debu yang ada.

Usahakan untuk menjaga kebersihan rumah seperti makan di meja dan tidak sambil berjalan, membuat dapur dengan ventilasi yang baik sehingga asap memasak tidak menumpuk di dalam rumah serta tidak menumpuk-numpuk barang, membersihkan rumah secara teratur, tidak merokok di dalam rumah adalah cara mudah untuk mengurangi jumlah debu di dalam rumah.

(ver/ir)

sumber :

Vera Farah Bararah – detikHealth

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: